Monday, January 25, 2010

Apa Guna

Buat apa berkawan, jika tidak peduli apa yang terjadi dengan kawannya.

Kalau boleh, saya akan marah. Tapi tidak, saya tidak akan marah. Marah hanya akan membuat energi saya terkuras habis sia sia. Sebuah kesia-siaan. Kalau saya merasa kesal, tolong maklumi dan maafkan saya. Atas kekesalan yang mungkin membuat perasaanmu tidak nyaman. Sedari dahulu, sejak saya memahami bahwa persahabatan adalah sesuatu yang indah. Saya tidak pernah mengharap apapun darinya. Dan berusaha, semampu saya melakukan yang terbaik yang saya bisa.


Dan juga, jika masih ada sangka bahwa yang kulakukan hanya untuk kepentingan diri sendiri. Saya hanya mau bilang, “terserah apa yang mau kau pikirkan, itu kepala milikmu sendiri.. nanti juga kau tahu sendiri”. Aku berusaha sebisa kumampu. Tidak ada pamrih apapun, kawan. Jika pamrih yang kucari, tak mungkin saya mendukungmu selama ini. Lebih lima tahun sejak pertama bertemu.

Saya tak pernah meminta untuk dipahami. Karena saya tahu waktumu terlalu berharga untuk memahami saya. Apalah artinya saya dibanding kerja kerjamu yang mulia itu. Saya juga, tidak pernah meminta apapun darimu. Atas segala kesusahan pribadiku. Saya pikul itu semua sendiri. Dan meski, dua tahun lalu sempat kukabarkan padamu. Betapa berat beban itu, tak juga kuminta kau bantu memikulnya. Sekadar berbagi beban denganku.

Tapi hari ini, aku minta sedikit pengertianmu atas ketidakmampuanku. Seperti kau pahami bahwa anak anak mengemis di jalan bukan karena bolos sekolah, bahwa banyak orang miskin bukan karena malas bekerja. Hari ini, pintaku.. tolong pahami kawanmu ini selayak kau pahami mereka.

0 comments:

Post a Comment